Minimnya pengetahuan masyarakat akan flora dan fauna yang dilindungi merupakan salah satu masalah yang sangat penting untuk diatasi pemerintah, apalagi mengingat krisis keanekaragaman hayati yang tengah melanda di segala belahan dunia termasuk Indonesia. Minimnya sosialisasi pemerintah mengenai Peraturan Pemerintah memberi kesan seolah-olah pemerintah tidak peduli akan nasib kelestarian keanekaragaman hayati khas Indonesia. Lemahnya peraturan perundangan di bidang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya seperti Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 dan Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Tumbuhan dan Satwa. Status perlindungan fauna dan flora dalam UU Nomor 5 Tahun 1990 belum mengakomodasi klasifikasi perlindungan fauna dan flora sesuai ketentuan CITES dan belum mengatur sanksi bagi pelanggaran pemanfaatan jenis- jenis yang tidak dilindungi. Hal tersebut membuat banyak masyarakat masih saja memburu, membunuh, memelihara ataupun memperdagangkan reptil dan amfibi yang langka, khas dan endemik. Banyak dari mereka yang beralasan tidak mengetahui reptil dan amfibi tersebut termasuk yang dilindungi oleh pemerintah. Apalagi mereka tergiur oleh keuntungan yang besar dari perdagangan reptil dan amfibi. Misalnya saja di Yogyakarta, perdagangan reptil semakin tahun semakin semarak saja. Padahal semakin tahun populasi reptil semakin diambang kepunahan. Seharusnya sudah saatnya pemerintah lebih cepat tanggap dan berlaku bijaksana dalam mengatasi hal tersebut. (Salinan daftar reptil yang dilindungi pemerintah sesuai dengan aslinya pada lampiran Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999) 164 Batagur baska Tuntong 165 Caretta caretta Penyu tempayan 166 Carettochelys insculpta Kura-kura Irian 167 Chelodina novaeguineae Kura Irian leher panjang 168 Chelonia mydas Penyu hijau 169 Chitra indica Labi-labi besar 170 Chlamydosaurus kingii Soa payung 171 Chondropython viridis Sanca hijau 172 Crocodylus novaeguineae Buaya air tawar Irian 173 Crocodylus porosus Buaya muara 174 Crocodylus siamensis Buaya siam 175 Dermochelys coriacea Penyu belimbing 176 Elseya novaeguineae Kura Irian leher pendek 177 Eretmochelys imbricata Penyu sisik 178 Gonychephalus dilophus Bunglon sisir 179 Hydrasaurus amboinensis Soa-soa, Biawak Ambon 180 Lepidochelys olivacea Penyu ridel 181 Natator depressa Penyu pipih 182 Orlitia borneensis Kura-kura gading 183 Python molurus Sanca bodo 184 Phyton timorensis Sanca Timor 185 Tiliqua gigas Kadal Panan 186 Tomistoma schlegelii Senyulong, Buaya sapit 187 Varanus borneensis Biawak Kalimantan 188 Varanus gouldi Biawak coklat 189 Varanus indicus Biawak Maluku 190 Varanus komodoensis Biawak komodo, Ora 191 Varanus nebulosus Biawak abu-abu 192 Varanus prasinus Biawak hijau 193 Varanus timorensis Biawak Timor 194 Varanus togianus Biawak Togian |